Hujan sore ini membuat keadaan terasa beda, karena sudah di penghujung jalanku di kota Gudeg ini. Tak terasa sudah empat hari aku berteduh dan tertidur nyenyak di tanah Mataram ini. Namun di sela-sela tatapanku, aku teringat akan sesuatu yang menjadi obat akan suasana seperti ini, ya, secangkir kopi panas yang mantap untuk dinikmati.
Seperti biasanya tetap dengan my gadget di tangan, komputer jinjing menyala dengan lagunya, menemaniku untuk melaju menuju malam biru, namun malam ini sepertinya bukanlah malam biru.
Tidak jadi alasanlah untuk tetap selalu menikmati kejadian-kejadian di sekitarku. Read the rest of this entry »








