Fyuh, hari-hari yang melelahkan kulewati dengan perlahan-lahan namun pasti, pasti capek dech.
Sampai tiba hari ini aku bersyukur masih diberikan kesempatan untuk menikmati lagi waktuku, thanks Gusti Alloh, Panjenengan selalu memberikan nikmat kepada hambamu yang hina ini.
Di saat waktu yang kacau dan tak terkontrol, aku mendapatkan satu cobaan yang sepele, hihihihihi, tapi cukup membuat surprise lah. Aku mencoba membiarkan dan berpikir, agar semua ini bisa kembali seperti sebelumnya. Namun cukup sulit aku menerima semuanya, basicly, aku tidak senang dengan itu, ya mau gimana namanya orang ngga seneng ya tetep ngga bisa bohong pada dirinya sendiri, bisa dikatakan lain di hati lain di perilaku.
Aku nikmati saja dengan ini, biar biarlah aku menjalani semua ini bersama apa-apa yang bisa aku tenteng setiap waktu. Hanya harap dan cemas yang selalu ada, masih buntu rasa untuk berpikir dan mencoba, karena tertutup oleh rasa ketidak sukaan akan itu.
Semua terserah, ini sudah takdirku, dan ini merupakan jalan hidup yang harus aku jalani, dan nantinya akan membuahkan suatu cerita untuk esok hari. Larut semua dalam mimpi, mengalir semua dalam nyata. Betapa indah jika aku bisa mengiringinya dengan penuh bijak.
Yang terjadi memang bukan kehendak, tapi adalah kumpulan dari hal yang saling mengaitkan, tapi juga tak terlepas dari garis yang sudah ditentukan. Hanya bisa menjalani dan mencari usaha untuk mampu merubahnya menjadi baik dan lebih baik, atau sebaliknya karena usaha itu menjadikannya buruk dan lebih buruk. Akan tetapi hal itu merupakan suatu pelajaran bagi masa depan, agar aku menjadi manusia yang menuju ke kesempurnaan, menjadi manusia dewasa yang bijak dan taat akan hak dan kewajibannya, tidak melanggar apa-apa yang sudah menjadi batasan dalam hidup ini.
Doa tidak terlepas aku panjatkan agar aku selalu sehat, diberikan kekuatan untuk menjalani hari-hariku ini agar lebih hebat dan lebih tegar dalam situasi apapun yang ada di depanku.
Memang jika diberikan pilihan untuk ke belakang aku akan mengulang ke belakang, tetapi manusia hanya sebatas susunan kerangka yang rapuh, tidak bisa berkehendak seperti itu, hanya bisa berjalan ke depan, dan menghadapi menu yang sudah disuguhkan.
Sang Pencipta sungguh maha Adil, aku masih diberikan jalan seperti ini, alhamdulillah wa syukurilah, aku sangat gembira dan sangat nikmat menjalaninya.
Jika ada jalan itu tidak buntu, pasti aku akan melewatinya :)
August 23rd, 2009 at 12:46 am
emybitibecy…
ktm threat meter warcraft …